gratis-ebook

Judul Ebook : 15 Manipulasi Unik Photoshop
Author Tomy Meilando
Price : Rp. 0,- (Free)
  1. Mulut Tangan (1,17 MB)
  2. Penjaga Handphone (1,42 MB)
  3. Raksasa dan Mobil (2,26 MB)
  4. Anak Kembar (5,41 MB)
  5. Wajah Hancur (9,66 MB)
  6. Kepala Dua (864 KB)
  7. Formal Dog (3,80 MB)
  8. Gajah Mini (2,93 MB)
  9. Mobil Kayu (4,50 MB)
  10. Burung Ganas (6,29 MB)
  11. Monster Paprika (8,46 MB)
  12. Laptop Canggih (2,62 MB)
  13. Buah Kaleng (4,51 MB)
  14. Kepala Kosong (2,52 MB)
  15. Mata Tiga (1,58 MB)

Tanya jawab seputar tutorial dalam ebook, silahkan follow twitter kami :
@GrafikPalet

Download full version >> KLIK DISINI


laskar-pelangi-2Tadi sore saya dan pacar nonton film Laskar Pelangi 2 : Edensor, film yang diadaptasi dari novel edensor karya Andrea Hirata. Sejujurnya saya merasa sangat kecewa setelah menonton film tersebut, mungkin karena saya terlalu membanding-bandingkan antara film dengan novelnya. Pacar saya yang belum membaca novelnya justru merasa kebingungan, “jalan ceritanya gak jelas, sinetron banget”. Okey, saya coba jabarkan beberapa hal yang mengecewakan menurut pendapat saya pribadi sebagai penonton yang sudah pernah membaca novelnya :

Saljunya Palsu
Adegan awal dalam film ini diambil dari Mozaik 11 atau Bab 11 dari buku edensor, ketika Ikal dan Arai diusir oleh Mister Van Der Wall, seorang Building Manager tempat dimana mereka seharusnya menginap.

  • Dalam novel, seharusnya ada butiran salju yang turun dari langit, pepohonan menjadi putih karena diselimuti salju, atap, pintu, jendela dan dinding rumah digelayuti salju yang turun dibulan Desember serta jalan-jalan yang menjadi sempit karena bongkahan es.
  • Dalam film, hanya ada salju buatan atau mungkin editing komputer #IMHO yang ada sepanjang tepian jalan.

Ikal Kedinginan
Dari adegan pengusiran Ikal dan Arai oleh Van Der Wall, cerita disambung dengan adegan ketika Ikal kedinginan. Menurut saya dengan penjiwaan dan backsound yang tepat seharusnya adegan ini bisa membangkitkan emosi penonton, apalagi jika seandainya adegan yang ada dalam novel benar-benar digambarkan secara detail dalam film.

  • Dalam novel, setelah diusir, Ikal dan Arai terus bergerak agar tidak membeku, mereka berdua duduk disebuah bangku taman dibawah naungan kanopi, hujan salju yang turun semakin lebat, Arai mengeluarkan termometer, mereka terkejut karena suhu dingin terus merosot bahkan terjun ke titik minus sembilan derajat celcius. Mereka berpelukan sambil menggigil hebat, gigi mereka gemelutuk, tubuh mereka gemetar tak terkendali seakan diguncang. Ikal meronta-ronta, darahnya tumpah dari rongga hidung, merah menyala diatas salju yang putih, Arai berteriak sembari membuka syalnya lalu melilitkannya di leher Ikal, Arai membuka koper kemudian membalutkan semua pakaian berlapis-lapis di tubuh Ikal. Tiba-tiba Arai mengangkat tubuh Ikal, pontang-panting, terhuyung-huyung melintasi timbunan salju setinggi lutut menuju sebuah pohon, menidurkan Ikal di tanah. Ikal dalam setengah sadar kebingungan melihat tingkah Arai yang menimbuni Ikal dengan daun-daun, Arai memeluk tubuh Ikal kuat-kuat, air mata Arai meleleh, Ikal semakin lemah kemudian pingsan. Ikal akhirnya kembali tersadar, Arai memekik girang sembari menjelaskan bahwa tindakannya menimbuni Ikal dengan daun adalah karena humus menyimpan panas.
  • Dalam film, mereka duduk di depan sebuah rumah, Ikal pingsan kemudian bermimpi, lalu tiba-tiba Ikal tersadar dengan tubuh yang sudah dipenuhi daun, Arai menyambutnya dengan senyum yang jauh sekali dari ekspresi kecemasan menjelaskan bahwa Ikal hampir mati, dan dengan humus yang menyimpan panas ini Ikal terselamatkan. Coba bandingkan, sayang sekali bukan, adegan yang seharusnya bisa menguras emosi penonton lewat begitu saja.

Jim Morrison
Dalam Bab 16 novel Edensor ada adegan dimana Arai membaca puisi di atas pusara Jim Morrison, tanggal 3 Juli bertepatan dengan peringatan kematian Jim Morrison, seorang rocker flamboyan pentolan The Doors. Dalam film ini juga ada, tapi sedikit berbeda versinya :

  • Dalam novel, ratusan penggemar Morrison dari berbagai belahan dunia bersimbah air mata, mereka melakukan penghormatan dengan caranya masing-masing, ada yang membawakan lagunya dengan kecapi, ada yang meniup saxophone, membawakan lagu Morrison dengan harmonika dan yang terakhir Arai membacakan puisinya, wajahnya sendu, napasnya naik turun menahan rasa, suaranya garau penuh tekanan, Arai memekik untaian kata yang pedih sambil menepuk-nepuk dadanya. Sebenarnya puisi tersebut untuk Zakiah Nurmala belahan hati Arai, bukan untuk Jim Morrison, tapi karena para peziarah tidak mengerti bahasa Indonesia, para peziarah bertepuk tangan mengapresiasi puisi yang dibawakan Arai dengan sepenuh jiwa.
  • Dalam film, tidak ada penghayatan dalam membaca puisinya, yang ada hanya adegan lucu ketika Ikal tertawa mendengar Arai membacakan puisi dan Ikal dihardik oleh peziarah lain.

The Pathetic Four
Gengnya Ikal di kampus, mereka berempat, ada Manooj dari India, Gonzales dari Meksiko dan Ninoch dari Georgia. Pemilihan pemain untuk karakter mereka bertiga sepertinya kurang tepat :

  • Dalam novel, Manooj berkulit legam, kurus, tinggi, bulu mata lentik, leher panjang dan berwajah jenaka, gaya berjalannya seperti orang ingin menari. Gonzales berparas baby face, bermata bulat, senantiasa senyum, gemuk, pendek, berambut keriting tebal. Ninoch, gadis kecil, kurus, berpenampilan udik, pemalu dan mengidap penyakit bengek parah.
  • Dalam film, jauuuh berbeda dari gambaran karakter yang ada di novel.

Katya
Dalam novel Edensor ada karakter Katya, seorang wanita cantik yang diperebutkan, tapi begitu sulit untuk didapatkan, tidak mempan digombali ataupun dirayu. Begitu banyak mahasiswa yang berlomba untuk menggaetnya, tapi ternyata Katya memilih Ikal.

  • Dalam novel, Katya mengajak Ikal kencan melalui email, Ikal ragu kemudian bertanya apakah Katya tidak salah kirim, Katya membalas dengan yakin bahwa ia tidak salah kirim, itulah awal mula hubungan Ikal dan Katya. Undangan untuk minum teh didapat Ikal dari secarik kertas kecil diatas meja Ikal.
  • Dalam film, Katya di film ini tampil seperti wanita gampangan #IMHO, berjalan menggoda sembari mendekati Ikal, lalu mengajak Ikal untuk minum teh, adegan selanjutnya pun sukses menjatuhkan image Katya sebagai wanita yang berkelas, beberapa kali Katya ingin mencium Ikal, Ikal menolak, Katya mengajak berdansa, memeluk Ikal, tapi Ikal kaku, Katya mengajak Ikal minum, Ikal galau dan akhirnya Katya mengusir Ikal, melemparkan bunga pemberian Ikal. Mengapa Katya mengusir Ikal? apakah karena Ikal tidak mau dicium? ah, aneh sekali.

Aling
Sampai ditahap ini cerita semakin berbelok dari apa yang ada di novel karena kemunculan sosok Aling yang seharusnya dalam novel edensor Aling tidak ada. Tidak ada juga adegan “Sinetron Abis” seperti berpapas-papasan tapi tidak bertemu, terburu-buru ke stasiun kereta api, semua adengan yang melibatkan Aling tidak ada dalam novel edensor.

Petualangan Keliling Eropa
Menurut saya inti dari Edensor adalah petualangan Ikal dan Arai mengelilingi Eropa sebagai backpacker hanya untuk mencari tahu keberadaan Aling, tapi di film ini justru cerita tentang petualangan tersebut tidak ada, ditambah lagi kalimat yang dilontarkan Arai dalam film tersebut “Aku sudah mencoret mimpi itu dari daftar” ketika Ikal mengingatkan Arai tentang mimpi mereka untuk keliling Eropa.

Endingnya
Karena petualangan keliling Eropa yang seharusnya menjadi inti dari novel edensor tidak ada, saya jadi penasaran, apakah ada kelanjutan dari film ini, edensor 2 mungkin? jadi judulnya bagaimana ya? mungkin seperti ini “Laskar Pelangi 3 : Edensor 2″ hehehe. Dalam novel edensor, dibagian akhir diceritakan ketika Ikal menemukan tempat yang begitu ia kenal, yaitu Edensor. Seharusnya ini bisa menjadi ending yang manis sebelum lampu bioskop menyala. Kenyataannya semua orang dibuat bingung dengan endingnya,

Kesimpulannya, sebagai penonton yang sudah membaca novelnya, film ini sangat mengecewakan, jauh dari ekspektasi saya ketika membeli tiket. Seharusnya mereka bisa belajar dari film Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta dan 5cm yang menurut saya sukses membuat film yang diadaptasi dari novel. Sekian posting tidak penting saya kali ini, hanya sekedar ingin berbagi cerita dan sudut pandang saya kepada para pecinta karya Andrea Hirata.


Special One

02Okt13

Seorang gadis cantik, tirus dengan rambut panjang dikuncit kuda sore itu duduk di sebelah kiriku. Ia terlihat mati-matian menahan kesedihan hingga air matanya mengalir. Ia menutup mulut dengan tangan kanannya tetapi ia tidak berhasil menahan suara tangisnya, hatiku pilu. Aku mengendarai mobil dengan perlahan sembari berusaha menenangkannya, tidak henti-hentinya aku mengucap kata maaf, hanya kata itu yang pantas keluar dari mulut seorang pendusta sepertiku. Air matanya menyadarkan aku betapa besar rasa cintanya untukku sekaligus menamparku atas kebodohan yang sudah aku perbuat. Lama kami tidak bertemu dan ia tampak lebih kurus, berakhirnya hubungan kami sekaligus membunuh nafsu makannya, aku semakin merasa bersalah, tubuhku kaku.

***

Ia menundukkan pandangan sembari berjalan cepat seperti tidak perduli dengan orang disekitarnya. Matanya yang sipit tak jarang menatap orang lain dengan tajam dan dingin, ia tampak begitu cuek, suara dan senyumnya begitu mahal. Ghev namanya, tiga tahun lalu Tuhan mempertemukan kami, aku begitu mengagumi elok parasnya, namun ia tampak begitu tertutup, seolah tidak ada harapan bagiku untuk mengenalnya lebih jauh dan seiring berjalannya waktu memberikan cukup alasan bagiku untuk melupakannya.

Takdir tampaknya berkata lain, tangan Tuhan bagai mengangkatku dan mempertemukan kami kembali. Malam itu warna kuning temaram cahaya lampu menerpa sebagian wajahnya yang begitu kaku, ia menoleh kearahku kemudian mengangguk lembut, kami jadian. Luapan perasaan bahagia dan sedikit rasa tidak percaya bercampur menjadi satu, disepanjang jalan pulang aku sumringah, tidak henti-hentinya bernyanyi lagu cinta, aku resmi terjangkit penyakit gila nomor 12.

***

Sekenario pertemuan kami dan adegan saat jadian seolah diputar berulang-ulang dalam benakku pagi itu, saat aku memeluk Ghev yang menangis sejadi-jadinya di pelataran parkir Bandara, dengan tegas ia meminta putus, kali ini tidak ada ampun untuk kesalahan yang sudah aku perbuat. Aku menyesal, pun tidak kuasa menahan air yang diam-diam mengalir dari sudut mataku, aku tidak pernah menyangka hubungan kami akan berakhir dengan tragis seperti ini. Ia menangis tersedu-sedu dalam pelukanku, air matanya mengalir deras menembus baju, terasa hangat menyentuh kulitku, hatiku hancur berkeping-keping dan aku yakin hatinya jauh lebih hancur, aku tidak berhenti mengutuki diriku sendiri.

***

Senang rasanya bisa bertemu Ghev setelah lama berpisah, sore itu ia mengenakan kaos lengan panjang berwarna krem berpadu dengan rok dan sepatu flat berwarna gelap, Ghev memang pandai ngemix and match atasan, bawahan, tas, sepatu, dan aksesoris yang ia pakai, bagiku ini bukan perkara gampang, kegemarannya membaca majalah fashion tampaknya tidak sia-sia. Aku menggengam jemari kecilnya, memainkan cincin yang melingkari jari manisnya, terasa longgar, salah satu bukti bahwa ia semakin kurus semenjak kami putus. Ia menyeka air mata dengan tangan kirinya, perlahan berhenti menangis kemudian menatapku sembari tersenyum kecil, matanya jelas berkata “kenapa kamu lakukan ini Tom? kenapa kamu hancurkan hubungan kita?”, aku kembali diselimuti perasaan bersalah. Aku menggenggam erat tangannya, berjalan menunduk memandangi kaki putihnya yang selalu aku kagumi sembari menyelaraskan langkah dan kecepatan berjalanku. Kami masuk ke french cafe untuk menawar lapar sembari mengobrol.

“Aku kasih kamu satu kesempatan, tolong jangan kecewain aku lagi” ucapnya dengan penuh harap, matanya tampak berkaca-kaca.

Dan kata-kata itu menjadi babak baru bagi hubungan kami, sebelumnya aku tidak pernah sedikitpun berpikir akan ada fase ‘balikan’ seperti ini. Yah, kesempatan ini tidak akan aku sia-siakan. Balikan menjadi titik dimana kepercayaan yang sebelumnya telah hilang kembali dibangun. Dan setelah balikan, rasa sayang & cinta akan tumbuh semakin besar, jauh lebih besar dari masa sebelum ‘putus’. Aku tidak ingin lagi kehilangan Ghev, aku tidak ingin lagi merasakan hari-hari dimana aku terbangun dari tidur tanpa mendengar suaranya, dan aku tidak ingin lagi merasakan malam ketika aku memejamkan mata tanpa mendengar suaranya yang biasa berbisik lembut.. “Have a nice dream baby”.


Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu

yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya?
Meninggalkan hati untuk dicaci…

Lalu sekali ini aku melihat karya surga dari mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta?

Tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya

Bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja

http://www.youtube.com/watch?v=d3QmTZp4cv8


Kami menawarkan jasa kepada perusahaan yang ingin mengikuti tender PLN melalui E-Proc atau electronic procurement atau pelelangan pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui teknologi informasi.

Jasa yang kami tawarkan berupa :

  • Penyusunan dokumen administrasi, kami memastikan agar dokumen administrasi perusahaan tersusun dengan baik,  rapih, lengkap serta memiliki ukuran file yang ringan sehingga mempermudah proses upload
  • Pengisian data serta upload data kualifikasi perusahaan, kami memastikan agar data yang diisi benar dan terkirim dengan baik
  • Enkripsi data melalui Apendo, kami memastikan proses enkripsi berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan standar E-Proc
  • Upload data hasil enkripsi, dengan ukuran file yang dikelola dengan baik kami memastikan proses upload berjalan dengan lancar.

Penawaran jasa ini hanya berlaku bagi perusahaan yang berada di wilayah Sumatera Selatan, kami berpengalaman lebih dari 2 tahun dalam mempersiapkan dan ikut serta dalam proses lelang melalui website http://eproc-lpse.pln.co.id/eproc/ dengan pengalaman tersebut, kami yakin dapat membantu perusahaan anda untuk ikut serta dalam proses tender yang diadakan oleh PLN.

Untuk informasi lebih lanjut harap hubungi :

Tomy | email : tmeilando@yahoo.co.id


“Masih ngajar di PalComTech Tom?” tidak jarang saya mendapati pertanyaan tersebut setiap kali bertemu dengan teman lama.

Well, sudah lama saya tidak berbagi cerita di blog ini, blog malang ini sudah benar-benar saya tinggalkan, saya pun sempat lupa menyimpan kuncinya dimana. Ibarat rumah, mungkin blog ini sudah dipenuhi dengan sarang laba-laba pada langit-langitnya dan rumput pada halaman depannya sudah tinggi tidak terurus lagi.

Resign, titik.

Sejak bulan November tahun 2011 saya sudah benar-benar lepas dari PalComTech, saya mengundurkan diri tepat sebulan sebelum wisuda S1 saya, praktis saya tidak terikat kontrak kerja ataupun jadwal mengajar lagi, pokoknya yang ada di dalam pikiran saya hanya meninggalkan zona nyaman secepatnya, that’s it.

Agak sedikit nekat sih, karena saat itu tidak ada pekerjaan lain yang menunggu saya selepas keluar dari PalComTech. Salah seorang teman instruktur bahkan dengan pedas pernah mengatakan kalau saya SALAH LANGKAH!!! Dulu saya hampir saja meyakini ucapannya, tapi sekarang.. saya bisa katakan kalau saya tidak salah, keputusan untuk keluar dari PalComTech adalah keputusan terbaik dalam hidup saya.

Buku Gila, Penulis Bego!

Saya sempat mengutuk buku-buku yang menyarankan untuk keluar dari zona nyaman. Keluar dari zona nyaman ternyata tidak sesederhana apa yang dijelaskan dalam buku-buku motivasi. Ibarat pisau bermata dua, keluar dari zona nyaman memang menjanjikan perubahan karir serta pengalaman yang sungguh luar biasa, namun tanpa persiapan dan perhitungan yang baik, keluar dari zona nyaman adalah tindakan bodoh yang penuh dengan resiko.

Bekerja Untuk Belajar, Bukan Untuk Uang

Awalnya saya memang bekerja untuk uang, namun belakangan saya sadar, ternyata uang bukanlah tujuan saya bekerja, dalam dunia kerja saya banyak belajar.. begitu banyak pelajaran yang tidak saya dapatkan dibangku sekolah maupun kuliah, pelajaran kehidupan.

4 tahun di PalComTech adalah tahun-tahun terbaik dalam pembentukan karakter saya, begitu banyak pelajaran yang saya dapatkan selama bekerja disana. Bagaimana saya berkomunikasi, membangun kepercayaan dan yang paling penting adalah menjaga kredibilitas dan nama baik, sehingga sampai saat ini PalComTech masih membukakan pintunya kapanpun, jika saya ingin kembali mengajar disana.

Beralih ke Perusahaan Property

28 Mei 2012, Tuhan memberikan saya jalan dan kesempatan untuk berkarir di bidang property. Saya memulainya dari ‘nol’, kembali membangun kepercayaan dan menjaga kredibilitas saya.

Property adalah bidang yang baru bagi saya, begitu banyak tantangan dan saya dituntut untuk berkembang dan belajar dengan cepat. Sekarang saya lebih ‘kepo’ untuk urusan pekerjaan, sedikit-sedikit saya bertanya, yah daripada salah pikir saya. Pengalaman pertama saya menggambar denah rumah adalah salah satunya, beruntung saya bertemu mentor seperti Pak Bambang, beliau mengajarkan saya banyak hal.

Mungkin dari kecil hingga saat ini sudah ribuan kali saya membuka dan menutup pintu rumah ataupun pintu kamar saya, saya tidak pernah tau dan juga tidak mau tau berapa ukuran pintu, lebar, ketebalan ataupun tingginya. Disini, saya dituntut untuk menguasai semua ukuran bangunan, dan bukan pintu saja.. batu bata hingga lubang WC pun sudah saya ukur hehe

Training for Trainers

Selain perusahaan property ternyata owner kami memiliki beberapa perusahaan dibidang lain, salah satunya adalah bidang otomotif. Berbekal pengalaman saya menjadi tenaga pengajar, awal tahun 2013 lalu saya mendapatkan kepercayaan dan kesempatan menjadi trainer untuk perusahaan otomotif tersebut. Selama satu minggu saya ditempa di Bogor, sungguh pengalaman yang luar biasa.

Gagasan Baru

Saat ini saya lebih fokus menangani promosi untuk perusahaan property, memastikan promosi berjalan dengan baik demi kelancaran penjualan produk kami. Pada masa inilah saya menemukan sebuah gagasan baru, gagasan untuk membangun bisnis sendiri. Saya mencoba merancang gagasan saya, mencoba menyusun kepingan gagasan tersebut agar dapat direalisasikan sehingga bukan sekedar gagasan.

Rekayasa Besar Kehidupan

Syamsu Riadi, murabbi saya dulu pernah berucap bahwa “Kehidupan adalah sebuah rekayasa besar Tuhan yang sangat indah”. Kata-kata tersebut seolah masuk kedalam telinga, memasuki rongga kepala saya dan bersembunyi disana, sekian tahun.. saya menyadari, jika saya dulu lulus tes SMAN 13 mungkin saya tidak akan masuk SMA Methodist 1, jika saya tidak masuk SMA Methodist 1 mungkin saya tidak akan bekerja di PalComTech, dan jika saya tidak memutuskan untuk berhenti dari PalComTech, mungkin sekarang saya masih mengenakan kemeja berwarna kuning dan berdiri di depan kelas, dan saya tidak akan pernah merasakan pengalaman dahsyat seperti yang saya dapatkan selama 2 tahun terakhir. Inilah rekayasa indah itu.


Berikut langkah-langkahnya :

1. Ketuk icon aplikasi

2. Pilih pengaturan / setting

3. Masuk ke pengaturan nirkabel dan jaringan

4. Pilih Utilitas USB

5. Sentuh tombol Sambungkan Penyimpanan ke PC

6. Hubungkan Samsung Galaxy Note ke laptop dengan kabel USB (Colok kabelnya ke laptop gan)

7. USB terhubung & transfer data bisa dilakukan

Bagaimana, mudah bukan? pengaturan diatas menggunakan Bahasa Indonesia, untuk lebih mudah perhatikan iconnya saja.

Jika pengunjung merasa artikel ini bermanfaat cukup klik tombol like, isi komentar kemudian share link posting ini ke forum ataupun ke sosial media, tidak perlu di posting ulang di blog lain, terima kasih.. semoga bermanfaat.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.