Seperti biasanya selepas sholat jum’at, saya & sahabat makan siang di warung padang yang tidak jauh dari masjid. Siang itu kebetulan saya sedang tidak ada pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga ajakan buat nonton tidak ada salahnya saya terima hitung-hitung refreshing.
Sesampainya di 21 kami melihat-lihat jadwal film, entah mengapa kami tertarik untuk menonton film Buried, mungkin karena desain poster yang cukup meyakinkan atau mungkin karena judulnya yang menarik. Kami sempat bingung juga bagaimana cara mengucapkan kata Buried yang dalam bahasa Indonesia berarti terkubur, karena dalam bahasa Palembang Buried bila dibaca Burit adalah kata yang cukup kasar hehe
“Film burning donk mbak”, tanya saya sembari plesetin kata buried.
“oh, film burit ya?”, tanya mbak-mbak yang jual tiket.
“Lha, emang cara bacanya gitu ya?”, kami tertawa.
“Iya” tutupnya sembari menyerahkan tiket.
Selepas membeli snack kami masuk mencari tempat duduk, membenamkan diri dikursi bioskop lalu bersandar santai dan melahap teks pada layar bioskop sembari mencerna ceritanya. 10 menit berlalu, 30 menit, hampir 1 jam berlalu & saya sudah merasa bosan menonton film yang dari awal scene tidak ada tempat lain selain tempat sempit bernama peti mati.
“Bro, 10 menit lagi kalo ini orang gak keluar juga dari kuburan mending kita yang keluar dari ini bioskop”, haha teman saya mengangguk setuju.
Film ini bercerita tentang seorang bernama paul conroy yang bertugas di Irak tersadar menemukan dirinya telah dikubur hidup-hidup didalam sebuah peti mati oleh teroris. Dibekali sebuah Zippo dan Blackbery ia hanya diberi waktu beberapa jam untuk menghubungi pihak keamanan Amerika untuk meminta tebusan sebesar 5 miliar dolar. Sialnya, ia bukan siapa-siapa, bukan seorang pejabat ataupun tentara amerika, ia hanya seorang supir truk yang membawa logistik ke basecamp Amerika di Irak. Sulit dipercaya ada juga film seperti ini, sepanjang film kami hanya melihat bagaimana Ryan Reynolds sang pemeran utama menelpon sana-sini & berusaha menyelamatkan diri dengan kepanikan kehabisan udara dan ancaman deadline oleh teroris yang bakal menghancurkan kuburan itu jika permintaannya tidak dipenuhi.
Film ini awalnya cukup memancing rasa penasaran, tapi karena hanya menyaksikan 1 tempat sepanjang film membuat kami bosan. Kami pun keluar sebelum film ini selesai, benar-benar film yang aneh.